SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Sejak Selasa (24/6/2014) hingga hari Kamis (26/6/2014), para pelanggan PDAM di Kecamatan Babat, Sekaran, dan Kecamatan Pucuk tidak bisa menikmati air bersih. Untuk kebutuhan mandi, memasak, mencuci, dan air minum warga terpaksa menggunakan air sumur dengan cara menimba.
“Tiga hari ini tiap pagi dan sore hari ngangsu (menimba air) di sumur, tidak tahu petnya (PDAM) matinya kok lama, “ kata warga Desa Pucuk, Kecamatan Pucuk, Slamet, kepada SuaraBanyuurip.com.
Warga Desa Bulutengger, Kecamatan Sekaran, Dul Hadi, merasa jengkel dengan mampetnya air PDAM yang berhari-hari. “Air PDAM mati sudah sering terjadi mas, seperti sekarang ini sudah tidak hari airnya ndak nyala,“ ujarnya.
Petugas PDAM Unit I Pucuk, Edwin, menjelaskan, jika matinya air PDAM di wilayah Kecamatan Babat, Sekaran, dan Pucuk dikarenakan saluran pipa tranmisi di sebelah timur Koramil Babat pecah akibat ditabrak bus pada Selasa (24/6/2014) lalu.
“Busnya terguling dan bodi bis menghantam pipa PDAM hingga hancur,“ jelas Edwin. Pipa yang hancur tersebut berjenis PPC dengan diameter 300 dim.
Berlarutnya perbaikan pipa PDAM yang masuk jaringan IPA 1 tersebut dikarenakan proses evakuasi bis yang baru dilakukan pagi tadi. Saat ini petugas dari PDAM Lamongan sudah turun untuk memperbaiki jaringan pipa tersebut.
Akibat pecahnya pipa itu sedkitnya 2.000 pelanggan yang tersebar di tiga kecamatan tidak menikmati air bersih.
Di lokasi kerusakan empat orang teknisi dari kantor PDAM Lamongan terlihat membongkar jaringan pipa yang hancur dan akan menyambung dengan pipa baru.
Menurut salah satu petugas jika perbaikan pipa selesai, dipastikan hari ini air PDAM bisa kembali mengalir lancar. (tok)