SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Â Kepala Desa (Kades) Gembong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Siswo Muyoto, harus turun tangan sendiri mengusir orang gila (orgil) yang banyak berkeliaran di wilayahnya. Sebab sudah banyak warga yang melaporkan tentang ulah orgil yang berkeliaran di rumah-rumah mereka dan menetap di Pasar Gembong.
“Mereka banyak mengambil barang dagangan penjual di pasar dengan seenaknya. Yang menjengkelkan lagi mereka buang hajat sembarangan di pasar,” kata Siswo kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (28/6/2014).
Maraknya orgil itu awalnya diketahui Siswo saat sedang mengontrol Pasar Gembong yang selama ini menjadi langganan pencurian. Dirinya kemudian membeli kopi di salah satu warung bersama Kepala Pasar Gembong, Abu Amar. Saat itulah dirinya melihat seorang orgil wanita yang sedang duduk di depan pasar. Tak lama kemudian melintas orgil laki-laki.
Melihat mereka, Siswo langsung berinisiatif mengusirnya dengan mendatangi satu persatu untuk memaksa mereka pergi. Orgil wanita begitu diusir dua orang pejabat desa tersebut langsung pergi ketakutan ke arah timur. Sedangkan orgil laki-laki yang diusir justru berlari ke arah selatan menyeberang jalan raya besar dan kemudian bersembunyi diparit setasiun Gembong.
Merasa dipermainkan Siswo dan Abu Amar mengejar. Namun orgil bertubuh dekil ini membandel. Dirinya tidak mau beranjak dari parit walaupun sudah ditarik bajunya oleh Siswo. Bahkan Abu Amar menakut-nakuti akan memukul jika orgil tersebut tidak mau pergi.
Karena orgil tersebut tetap bergeming Siswo akhirnya menyerah dan membiarkan orgil tersebut mendekam di parit.
“Orgil itu yang paling ndablek tidak mau pergi dari pasar,“ jelas Abu Amar.
Siswo kemudian mengontak Kepala Trantibum Babat, Cucuk Subagiyana untuk mengoperasi orgil yang berkeliaran diwilayahnya. “Pak Cucuk berjanji akan segera melakukan operasi orgil,” ujar Siswo.(tok)