Pertamina EP Asset 4 Dukung Populasi Rusa Jawa

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro –Pertamina EP Asset 4 Field Cepu bekerjasama dengan KPH Parengan berkomitmen memulihkan populasi Rusa Jawa dengan membuat kandang penangkaran di kantor Asper Malo, Desa Malo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kandang penangkaran Rusa Jawa tersebut telah diresmikan Bupati Suyoto, didampingi Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Wresniwiro dan sebelumnya sudah dikaji oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Field Manager Pertamina Asset 4 Field Cepu, Wresniwiro menyatakan, sebagai perusahaan yang mengelola sumber daya alam minyak dan gas bumi, Pertamiana EP secara proaktif melakukan upaya-upaya untuk menjaga lingkungan di sekitarnya.

“Ini sesuai komitmen kami yaitu tumbuh bersama lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Adm KPH Parengan Daniel Budi, mengungkapkan, penangkaran Rusa Jawa ini, selain melestarikan keanekaragaman hayati tapi juga mewujudkan sentra wisata dengan cakupan tiga aspek yakni daya tarik kawasan wisata hutan, kawasan minyak tua dan terakhir adalah penangkaran rusa jawa ini.

Dijelaskan, Rusa Jawa atau nama ilmiahnya yang dikenal dengan nama Cervus Timorensis, sesuai PP No. 7 tahun 1999 dan SK Menteri Pertanian No 362 tahun 1990 berstatus dilindungi. Ada 11 ekor Rusa Jawa yang saat ini dalam penangkaran.

Baca Juga :   Minta Program PKPO Ditingkatkan

“Nantinya juga menjadi salah satu program wisata edukatif bagi pelajar,” imbuhnya.

Terpisah, petugas perawat satwa, Mashraf menjelaskan, jumlah rusa jawa di penangkaran ini sebanyak 11 ekor yang terdiri dari 4 ekor jantan dan 7 ekor betina. Yang lebih menggembirakan adalah 2 ekor betina kini tengah bunting.

Setiap harinya, lanjut Mashraf, para rusa jawa ini mengkonsumsi makanan alami yakni rerumputan yang banyak tumbuh di hutan tersebut. Hanya saja dalam merawat Rusa ini memerlukan perlakukan yang sedikit agak istimewa yakni mereka rentan terhadap stress dan tidak bisa mendengar suara keras ataupun kejutan.

“Jika mereka stress maka membutuhkan waktu seminggu agak bisa kembali seperti kondisi awal,” tegasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *