SuaraBanyuurip.com – Totok Martono/Samian Sasongko
Lamongan-Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengeluhkan buruknya kualitas solar yang dikirim dari kilang mini milik Tri Wahana Universal (TWU) di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro.
Tanpa pemberitahuan yang jelas dari pihak Pertamina, selama ini sebagian besar SPBU di Lamongan yang awalnya mendapat pasokan solar dari Tuban harus dipasok dari TWU. Pemberitahuan hanya disampaikan sopir mobil tangki Pertamina PT Patra Niara yang mengangkut solar ke SPBU.
Sayangnya saat dilakukan uji kelayakan oleh pengawas SPBU kualitas solar dari TWU lebih buruk dari solar yang dikirim dari Tuban.
“Setiap pengiriman solar atau premium yang datang selalu kami kontrol kualitasnya. Ini standar resmi agar saat dijual pembeli tidak komplain atau kecewa dengan bahan bakar yang dibeli,†ujar sumber dari salah satu SPBU yang wanti-wanti namanya tidak ditulis.
Menurutnya, solar dari TWU suhunya lebih panas yan mencapai 38 derajat celcius. Jika solar dari Tuban suhunya 33-34 derajat celcius.
Dengan lebih tingginya suhu solar tersebut menjadikan cepatnya penguapan solar yang disimpan ditandon SPBU sehingga banyak terjadi penyusutan kapasitas solar.
“Kami belum menghitung mendetail jumlah penyusutan. Yang jelas penyusutannya cukup banyak,†ujarnya.
Meski belum ada uji kelayakan dirinya juga yakin, solar yang dikosumsi kendaraan juga akan cepat habis. Selama ini beberapa pengawas SPBU telah melakukan komplain ke pihak sopir truk tangki PT Patra Niara.
“Saya sudah komplain ke sopir tangki tapi mereka mengaku tidak mempunyai kewenangan apa-apa, hanya bertugas mengantar saja,†ujar pengawas SPBU lainnya tidak mau menyebut nama saat ditanya identitasnya.
Sopir hanya menyarankan jika ada ketidakpuasan untuk komplain ke pihak Pertamina. Bahkan sopir mengatakan, jika produksi solar dari TWU meningkat. TWU akan memperluas pemasaran solar ke SPBU di Kabupaten Madiun dan Ngawi.
Dikonfirmasi terpisah, Hubungan Masyarakat (Humas) TWU, Wendra Yadi, menegaskan, sesuai peraturan TWU tidak diperbolehkan melakukan pengiriman produknya direct ke SPBU Pertamina.
“Yang ada, Pertamina mendistribusikan BBM bio solarnya ke SPBU di Bojonevoro dan sekitarnya. Bio Solar itu diambil oleh truk merah putih Pertamina dari TWU,” kata Wendra Yadi kepada suarabanyuurip.com melalui pesan pendek.
Dia menjelaskan, jikapun ada, Pertamina membeli bio solar TWU dan dikirim ke SPBU. “Bisa jadi, itu produk bio solar dari TWU yang dibeli Pertamina, lalu dikirim oleh truck merah putih Pertamina ke SPBU, Mas,” ungkap Wendra.(tok/sam)