SuaraBanyuurip.com – Rririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berencana membuat portal jalan di desa mereka menyusul adanya gudang makanan dan minuman yang setiap hari beraktifitas menggunakan truk trailer sehingga merusak jalan.
Tokoh masyarakat setempat, Pamuji, menyampaikan, selain keberadaan gudang makanan dan minuman tersebut, adanya pengeboran di Pad B oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menambah parah kondisi jalan.
“Kami akan membuat  portal jika mereka tidak bertanggung jawab dengan kondisi jalan yang rusak,†kata pria 40 tahun tersebut.
Sementara itu, Sumantri (35), juga mengeluhkan transportasi alat berat tersebut. Terlebih pada jam-jam padat seperti pagi hari. Para pengendara baik roda dua maupun anak sekolah harus ekstra hati-hati dan mengantri karena ruas jalan yang sempit.
“Kalau truknya lewat ya makan jalan, jadi kami dibelakangnya harus hati-hati,†imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Iskandar mengaku belum melakukan pengecekan di lapangan mengenai keberadaan truk trailer dari gudang makanan dan minuman di desa Ngampel. Sementara dari kendaraan operasional JOB P-PEJ sudah mengajukan surat ijin selama melakukan pengeboran.
“Hanya saja kami di Dishub ini galau, karena JOB P-PEJ belum membuat Andalalin. Karena memang perda Andalalin baru dibuat, tapi paling tidak mereka segera mengajukan dokumen Andalalin dan paling tida bisa memasang traffic light di perempatan desa ring 1 sana,†ujar Iskandar.(rien)