SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Memasuki empat hari puasa ramadan jalan raya nasional maupun jalan antar kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur terlihat lengang. Dampaknya, penjualan bahan bakar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menurun drastis.
Dari pantauan suarabanyuurip.com, Rabu (2/7/2014), sejak pagi hingga sore hari jalan raya Babat-Lamongan dan beberapa ruas jalan antar kecamatan diantaranya Jalan Raya Pucuk-Sekaran, Sukodadi –Brondong, Modo-Sukorame terlihat lebih lengang dari hari-hari sebelum puasa.
Kendaraan truk dan mobil boks maupun Mobil Penumpang Umum (MPU) terlihat jarang melintas. Begitu pula dengan kendaraan roda dua yang pada hari-hari biasa mendominasi lalu lintas jalan raya terlihat sepi.
Sepinya lalu lintas diprediksi karena selama puasa membuat masyarakat enggan keluar rumah.
Lengangnya lalu lintas berdampak pada sepinya SPBU. Di sejumlah SPBU di jalur Babat-Lamongan terlihat tidak begitu banyak antrian kendaraan. Sebagian operator terlihat duduk-duduk di dekat dispenser karena tidak ada pembeli.
“Empat hari ini SPBU sepi mas, mungkin karena puasa banyak orang yang malas keluar rumah,“ kata operator SPBU Sukodadi, Tohir.
Pengawas SPBU di Babat Ridwan juga mengakui sepinya pembelian bahan bakar. Selama empat hari ini omzet pembelian turun hingga 15 persen.
“Sepi mas, omzet penjualan turun sekitar 15 persen,†sambung Ridwan.
Sesuai dengan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sepinya penjualan bahan bakar akan berlangsung hingga 3 minggu kedepan. “SPBU akan ramai lagi pada lebaran minus satu minggu. Saat itu sudah banyak orang mudik, “ paparnya.
Penjualan BBM akan kembali ramai pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Karena banyak masyarakat yang melakukan mudik lebaran.(tok)
Â