SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Direktur PT Blora Patra Energi (BPE), Christian Prasetya, menyatakan, pihaknya mendukung penuh adanya rencana eksplorasi oleh PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK), di lapangan Alas Dara Kemuning (ADK).
“Kami mendukung penuh Pertamina untuk melakukan eksplorasi Migas di Kabupaten Blora,” katanya kepada sejumlah wartawan di Blora, beberapa waktu lalu.
Dengan berproduksinya lapangan ADK, diharapkan ada multiplier efek dari proyek tersebut. “Terutama tenaga kerja lokal yang bisa dimaksimalkan, untuk bekerja di proyek tersebut,” ungkap Christian Prasetya.
Lebih jauh dia berharap, di Blora ada aktifitas pemrosesan minyak mentah  menjadi minyak setengah jadi, atau menjadi produk jadi. Selanjutnya akan bisa siap jual dengan nilai ekonomis lebih tinggi.
Menurutnya, Blora sudah waktunya ada proccessing activity, karena tidak mungkin lagi mengaharapkan lagi Dana Bagi Hasil (DBH) dari Blok Cepu. “Pasalnya, permasalahan DBH, terbentur Undang-Undang,” katanya.
Untuk itu, memiliki kilang sendiri menjadi keharusan bagi Blora. Entah itu memanfaatkan kilang di Cepu, atau membangun kilang baru.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Blora, Setyo Edy, mengemukakan, di Kabupaten Blora tepatnya di Kecamatan Sambong adalah wilayah pertambangan minyak tertua. Tercatat sejak tahun 1903 sumur minyak di wilayah ini sudah berproduksi.
Sejarah juga mencatat, minyak untuk lampu penerangan Presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno, berasal dari sumur minyak di Desa Ledok, Kecamatan Sambong. Karena itu dia berharap, kandungan minyak dan gas bumi (MIgas) dapat ditemukan kembali di lapangajn ADK. Sehingga, kesejahteraan masyarakat sekitar bisa meningkat. (ams)