Pemkab Kesulitan Komunikasi dengan Penambang

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Sampai saat ini Pemkab Tuban tampaknya masih kesulitan untuk melakukan komunikasi dengan penambang tradisional yang berada di Lapangan Tawun Gegunung di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, mengatakan, sampai saat ini informasi yang dia terima masih bias. Apakah penambang yang mengelola sumur tua di sana itu warga asli, ataukah warga yang berasal dari luar daerah.

“Ini kan masih belum jelas, siapa yang terlibat (penambangan) di sana,” kata Noor Nahar kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (3/7/2014).

Ditanya masih ngototnya penambang setempat mempertahankan pengelolaan sumur tua, karena masih kurang sepakat dengan beberapa pilihan yang ditawarkan Pemkab Tuban, Noor Nahahr menegaskan, Pemkab Tuban akan tetap kukuh pada penawarannya. Yaitu, akan melibatkan pekerjaan untuk masyarakat setempat dalam pengelolaan sumur tua yang rencananya akan dikelola salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yaitu PD Aneka Tambang.

“Selama itu sesuai aturan yang dapat dipatuhi bersama, entah itu melalui mekanisme BUMDes ataupun melalui mekanisme koperasi akan kita libatkan,” kata Noor Nahar.  “Catatannya adalah dia warga setempat,” lanjutnya.

Baca Juga :   Jabatan Dirut PT BBS Tak Kunjung Terisi, Bisnis Pengolahan Gas Suar Terbengkalai

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Muhail, mengatakan, kalau penambang masih bersikeras mempertahankan pengelolaan sumur tua yang ada di sana. Selain karena merasa mempunyai hak yang sama, mereka juga menolak karena pekerjaan yang ditawarkan Pemkab Tuban kepada mereka sifatnya hanya sementara. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *