SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan- Para sopir Mobil Penumpang Umum (MPU) di Lamongan, Jawa Timur mengeluhkan sepinya penumpang dibulan puasa tahun ini. Akibatnya pendapatan mereka menurun tajam.
Seperti MPU yang melalui trayek Babat-Lamongan para sopir lebih banyak menunggu penumpang di terminal atau di jalan strategis ketimbang berjalan.
“Sudah ngetem selama 15 menit mas nunggu penumpang. Di mobil cuma ada 2 penumpang,“ ujar sopir MPU, Ashari yang sedang ngetem di depan Pasar Pucuk.
Sopir lainnya basuki yang sudah 30 menit ngetem ditempat yang sama mengaku sejak pagi sudah berjalan 2 kali PP Lamongan-Babat namun pemasukan yang didapat masih tombok.
“Penumpang suepi mas. Karena orang malas bepergiaan saat puasa, saat ini bertepatan dengan liburan panjang anak sekolah,“ jelas Basuki.
Menurutnya, anak sekolah walau hanya bayar ongkos 50 persen cukup menambah pemasukan bagi para sopir MPU. Namun karena saking sepinya tarikan, Basuki mengaku selama empat hari ini hanya membawa pulang uang Rp20 ribu, sedang kernetnya Rp10 ribu.
Keberadaan MPU sendiri di Lamongan sudah banyak menyusut. Beberapa operator SPBU mengatakan jika kontribusi penjualan solar untuk MPU hanya sekitar 10 persen.
“Kalau 10 tahunan lalu, pemasukan terbesar dari MPU mas. Sekarang kalah jauh dengan kendaraan motor,“ ujar operator SPBU Sukodadi, Herri. (tok)