SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat dalam waktu 6 bulan yakni Januari sampai dengan Juli 2014 telah terjadi 13 kebakaran yang menimbulkan kerugian hingga mencapai Rp 1,5 miliar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Seperti kebakaran terakhir di kawasan perkotaan Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kadipaten, pada Kamis (3/7/2014) dini hari. Api melalap habis tiga deret toko yang berada di pinggir jalan raya. “Beruntung tidak ada korban jiwa,†tegas Kepala BPBD Bojonegoro, Amir Syahid.
Dia mengungkapkan, penyebab kebakaran diduga korsleting listrik, namun belum dipastikan karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, kebakaran juga sering terjadi karena kelalaian manusia.
“Lupa mematikan kompor, membuang puntung rokok sembarangan juga bisa menjadi faktor utama,†tukasnya.
Amir menghimbau kepada masyarakat agar saat meninggalkan rumah untuk mengecek semua peralatan, baik kompor, sambungan kabel, juga mematikan semua peralatan elektronik agar tidak terjadi konsleting.
“Untuk mempercepat pemadaman kami siagakan beberapa mobil pemadam kebakaran di Kecamatan Temayang, Kecamatan Baureno, dan Kecamatan Padangan,†imbuhnya.(rien)