SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Belum genap satu minggu memasuki bulan Ramadan, para ibu rumah tangga di Lamongan, Jawa Timur sudah mengeluhkan menipisnya uang belanja akibat besarnya pengeluaran yang mereka keluarkan selama puasa.
Pengeluaran lebih besar di bulan ramadan ini disebabkan karena masih tingginya harga-harga barang kebutuhan pokok. Selain itu selama puasa ibu rumah tangga harus berbelanja lebih dibanding hari-hari biasa.
“Pengeluaran selama puasa lebih besar mas. Bisa dua kali lipat dari bulan biasa,“ kata seorang ibu rumah tangga asal Desa Bulutengger, Kecamatan Sekaran, Tatik kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (5/7/2014).
Meski puasa hanya makan dua hari yaitu saat sahur dan berbuka, namun menu yang harus disiapkan lebih istimewa dan beragam sehingga lebih banyak menguras dana.
“Biasanya pas buka paling tidak harus ada es buah atau kolak mas. Jadi harus mengeluarkan dana lebih,†sambung Ibu rumah tangga lain asal Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Sumiyati.
Sumiati yang suaminya seorang guru pegawai negeri sipil (PNS) ini mengaku, harus pintar-pintar memutar uang belanja jika tidak tekor akhir bulan.
Sebagian ibu rumah tangga juga mengaku kebutuhan elpiji juga lebih boros. Jika sebelumnya satu tabung 3 kg elpiji cukup untuk satu minggu pemakaian, saat puasa hanya cukup 4 hari.
Borosnya elpiji dikarenakan kebutuhan memasak yang lebih besar. Saat ini harga elpiji sendiri dipasaran sekitar Rp17.000/tabung. (tok)
Â