SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lamongan, Jawa Timur memperkirakan pembangunan Instalasi Pengolah Air (IPA) baru milik mereka di Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan bakal rampung bulan Agustus. Saat ini, pengerjaan proyek senilai Rp10,3 miliar tersebut sudah mencapai 80 persen.
Disebutkan Direktur PDAM Lamongan, M Maksuk melalui Kabag Humas dan Infokom, Mohammad Zamroni kepada suarabanyuurip.com, Selasa (8/7/2014), IPA yang baru itu akan dugunakan untuk distribusi air bersih ke Kota Lamongan, Deket, Perum Graha Indah di Desa Tambakrigadung hingga ke Sidomukti di Kota Lamongan wilayah selatan. Uuntuk sumber air bakunya sementara akan diambilkan dari Sungai Bengawan Solo yang berada di Kecamatan Babat.
“Air baku tersebut dibawa melalui jaringan pipa baru ukuran 600 mm yang sudah rampung dibangun,†ujar Zamroni.
Jaringan pipa tersebut dibangun melalui anggaran pemerintah pusat sebesar Rp 76 miliar dengan kapasitas 200 liter per detik yang mampu melayani 8.000 pelanggan. Sementara saat ini pelanggan PDAM di Kota Lamongan dan sekitarnya ada 5.000 titik.
“Dengan adanya pipa baru tersebut, PDAM bakal mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Lamongan dan sekitarnya dengan tekanan maksimal. Selanjutnya aliran air ke rumah warga bisa lancar tanpa harus memakai pompa lagi. Ini terutama untuk keran yang dekat dengan meteran,†ujar Zamroni memberi penjelasan.
Sedangkan pipa yang lama tetap akan difungsikan. Terutama untuk melayani pelanggan di wilayah Perumnas Made, Turi, Sukodadi, Sekaran, dan Babat.
Warga pengguna air PDAM sangat merespon keberadaan IPA baru tersebut. Mereka mengharapkan dengan penambahan jaringan baru tersebut bisa lebih meningkatkan pelayanan akan kebutuhan air bersih. “Semoga nanti air PAM tidak sering mati lagi. Dan tarif PDAM tidak naik, “ harap warga Desa Plosowahyu, Sumiyati. (tok)