SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Maraknya industri menengah dan besar yang mulai beroperasi di Kabupaten Tuban, Jwa Timur menjadi salah satu pemicu kepadatan lalu lintas.
Pantauan suarabanyuurip.com, Selasa (8/7/2014), kondisi lalu lintas di ruas-ruas jalan terlalu padat sejak dua tahun terakhir. Terlebih pada jalur pantura, dimana kendaraan pribadi berbaur menjadi satu dengan mobil milik perusahaan-perusahaan besar dan menengah yang beroperasi di Tuban.
Banyaknya kendaraan milik beragam perusahaan dianggap sebagai pemicu kemacetan. Disamping konsumsi kendaraan pribadi yang semakin meningkat setiap tahunnya.
“Sekarang sudah sangat padat, beda dengan menggunakan jalan di Tuban beberapa tahun lalu,†kata Nur Salim (39), salah satu pengguna jalan yang melintas di jalan Hoc Cokromanito, Tuban.
Padatnya penggunaan jalan itu ternyata juga menjadi sorotan dari Fraksi Partai Demokrat (F PD), selama sidang paripurna. FPD memandang perlu untuk mulai menerapkan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) di Kabupaten Tuban.
“Perlu segera diberlakukan Andalalin untuk perusahaan besar dan menengah,†tegas Humas F PD, Cancoko.
Pemberlakukan Andalalin untuk perusahaan besar dan menengah, diperlukan mengingat penggunaan jalan yang semakin padat. Selain itu, hal ini juga diperlukan untuk kepentingan bersama.(edp)