SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memanggil kontraktor Engineering, Procurement and Constructions (EPC) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, PT Tripatra, untuk menyelesaikan permasalahan tenaga kerja (Naker) di lapangan. Yakni tentang permintaan jatah makan yang diganti dengan uang.
“Kami mendapatkan laporan dari tenaga kerja di Tripatra mengenai pemberian jatah makan siang yang diganti dengan uang,”kata Kepala Disnakertransos, Adi Witcaksono, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (10/7/2014).
Adi mengungkapkan, sebanyak 1600 tenaga kerja di proyek EPC-1 berpuasa di bulan Ramadhan meminta ganti makan siang yang didapat selama ini dengan uang. Karena ada 400 tenaga kerja yang tidak berpuasa namun tetap mendapat jatah makan.
“1600 tenaga kerja itu hanya mendapatkan takjil tiap pulang kerja, dan itu dianggap tidak adil,” imbuh Adi.
Namun, berdasarkan keterangan dari PT Tripatra, makan siang yang diberikan selama ini hanyalah sebuah kebijakan agar tenaga kerja tidak makan sembarangan. Tapi bukan berarti tidak mendapat ganti, karena rencananya akhir bulan akan diberikan uang makan dengan cara diam-diam.
“Kalau diumumkan, yang 400 orang pasti iri dan minta uang juga. Makanya tidak diumumkan kalau dapat uang makan itu,” tegasnnya.
Adi menyatakan, tidak ada lagi yang perlu dipermasalahkan. Karena PT Tripatra tetap memenuhi kewajibannya kepada semua tenaga kerjanya tergantung kebijakan perusahaan.
Terpisah, Community Affair and Manager PT Tripatra, Budi Karyawan, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut enggan berkomentar banyak.
“Iya sudah diselesaikan baik-baik,” ujarnya.(rien)