SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemuda sekitar lokasi proyek Unitisasi Gas Lapangan Jambaran – Tiung Biru (J-TB) di Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum banyak memiliki keterampilan maupun pengalaman di bidang migas. Sebab rata-rata tingkat pendidikan warga hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kalaupun ada yang lulusan SMA, jumlahnya sangat sedikit.
“Mayritas pemuda di sini tak punya ketrampilan di dunia migas,” kata Ketua Karangtaruna Kalisumber, Sugiono, warga setempat kepadasuarabanyuurip.com, Jumat (11/07/2014).
Karena itu, Ia mengaku, sebelum proyek JTB dikerjakan akan melakukan musyawarah dengan para pemuda untuk menentukan pelatihan seperti apa yang sesuai agar nantinya dapat terlibat.
“Saya akan rundingan dulu sama teman-teman dari Karang Taruna, mungkin muncul ide yang bagus,” kata Sugiono.
Dia mengungkapkan, jumlah pemuda usia produktif di Desa Kalisumber sekira 120. Mereka selama ini sebagian besar hanya menjadi buruh serabutan.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kecamatan akan memfasilitasi keinginan pemuda agar memperoleh pelatihan sebagai bekal untuk terlibat di proyek Unitisasi Gas JTB.
“Kita akan membicarakan dengan Disnaker dan operator, agar ada pelatihan bagi meraka,” sambung Camat Tambakrejo, Ngasiaji dikonfirmasi terpisah. (sam)