Proses Tukar Guling Lahan Green Belt

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro –  Tukar guling aset Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur yang digunakan untuk lahan green belt oleh Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro hingga kini masih dalam proses.

Kepala Bidang Kekayaan Daerah Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (BKKD) Bojonegoro, Kiki Pekik Praja Alam, mengungkapkan, proses tersebut memang berlangsung lama karena tukar guling baru pertama kali dilaksanakan oleh BKKD.

“Dalam proses tersebut membutuhkan sebuah tim yang tugasnya memberikan rekomendasi baik kajian tekhnis dan kajian hukum yang kemudian diajukan kepada bupati,” imbuhnya.

Dia mengatakan, lahan yang digunakan untuk green belt itu awalnya tanah bengkok milik Desa Karang Pacar, Kecamatan Bojonegoro yang letaknya di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas. Namun, karena Karang Pacar menjadi kelurahan status tanah menjadi aset Pemkab. 

“Ada sekitar 6.000 meter persegi lahan yang digunakan untuk green belt, oleh JOB P-PEJ diberi lahan pengganti seluas 15.000 meter persegi di Desa Wedi, dan Desa Kalianyar,” tukasnya.

Baca Juga :   Forkomas Ba-Ja Akan Gelar Aksi di Sepanjang Jalan Menuju Proyek Gas JTB

Diakui, berkas yang akan dikaji  sudah dikirimkan ke Bagian Hukum Pemkab Bojonegoro sejak satu minggu yang lalu. Pihaknya belum mengetahui kapan proses tukar guling tersebut selesai, tapi bisa dipastikan tidak perlu ada keresahan warga untuk tukar guling tersebut.

Sementara itu Camat Kapas, Nanik Lusetyani, menyampaikan, pihaknya mendapatkan surat dari salah satu pemilik lahan atas nama Mukanif yang menanyakan kabar tentang tukar guling tersebut. 

“Warga itu menanyakan apakah lahan yang rencananya menjadi pengganti tanah aset Pemkab jadi dibeli atau tidak, karena sudah hampir satu tahun belum ada kabar apapun,” pungkasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *