SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Forum Komunikasi Masyarakat Banyuurip Jambaran ( FORKOMAS BA-JA) akan kembali melakukan aksi protes di sepanjang menuju Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (28/7/2020) besok.
Aksi kedua kali Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tertua di daerah penghasil Migas terbesar di Indonesia, Sumur Banyuurip, Blok Cepu, akan dilaksanakan di Jalan poros umum kecamatan (PUK) Kalitidu – Gayam, mulai Desa Sumengko – Mojodelik, mulai pukul 09.00 Wib.
Aksi akan diikuti sekitar 100 orang dari desa-desa di wilayah Kecamatan Gayam. Mereka akan memasang spanduk dan banner di sepanjang jalan yang berisi sejumlah tuntuntan. Selain itu juga mendirikan pos-pos.
“Ini sebagai bentuk protes kami terkait permasalahan yang ditemukan di proyek Gas JTB,” kata Koordinator Aksi, Sumber Purnomo melalui press rilis yang diterima suarabanyuurip.com.Â
Sejumlah fakta lapangan yang ditemukan Forkomas Ba-Ja, lanjut Pak Ed, sapaan akrabnya, adanya 4 warga Bandungrejo yang dinyatakan positif virus corona atau Covid-19. Juga 56 pekerja proyek gas JTB dinyatakan positif.
“Kondisi ini jika tidak disikapi secara serius bisa membawa dampak luas bagi masyarakat sekitar,” tandasnya.Â
Selain itu, menurut Pak Ed, proyek gas JTB ditengarai banyak menyimpan masalah dilapangan. Beberapa masalah yang saat ini menjadi pekerjaan rumah (PR) di antaranya, banyaknya tagihan vendor lokal yang terlambat bayar, banyak BUMN yang terlibat di proyek Gas JTB, padahal pekerjaan itu bisa dikerjakan oleh kontraktor lokal.
Kemudian banyak subkon Rekind yang tidak punya modal dan sangat tergantung pada back to back pembayaran dari Rekind, banyak karyawan yang berbau kolusi/titipan dan asal comot.Â
Atas temuan tersebut, ada lima tuntutan yang diusung Forkomas Ba-Ja dalam aksinya besok. Yakni meminta Rekind melaksanakan swab test ke seluruh pekerja JBT, bertanggungjawab atas terlambatnya pembayaran tagihan vendor lokal, menerapkan intruksi Menteri BUMN, bahwa proyek senilai 14 miliyar ke bawah harus diserahkan ke UMKM dan Kontraktor Lokal.
Kemudian meminta adanya perombakan manajemen karena disinyalir banyak permainan dan titipan, serta harus betul-betul memberdayakan dan memperhatikan pengembangan ekonomi lokal dan tidak ada dimonopoli.
“Sebagai warga terdampak kami juga berhak menikmati ‘roti’ proyek JTB. Bukan menjadi penonton di daerah sendiri,” tandas Pak Ed.
Sebelumnya, Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin menyampaikan telah melaksanakan rapid tes massal terhadap 4.200 pekerja proyek Gas JTB untuk mendeteksi dini sebaran virus corona agar dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.Â
“Kita juga menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat dan disiplin sesuai imbauan pemerintah,” tegas Zainal.Â
Selain itu, PT Rekind telah melibatkan kontraktor dan warga lokal sekitar proyek Gas JTB, secara maksimal.(suko)
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Â