SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Aksi membangunkan sahur dengan iring-iringan musik sambil berkeliling (tongklek/patrol) tidak selalu membawa dampak positif. Buktinya, dua kelompok pemuda yang sedang patrol terlibat tawuran di salah satu jalan umum Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Sumber dari Mapolres Tuban, Jum’at (18/7/2014), tawuran itu bermula saat satu kelompok berjumlah 25 pemuda asal Dusun Prambatan, Desa Tasikmadu, berkeliling untuk membangunkan orang sahur di jalan desa setempat pada pukul 02.30 WIB. Kelompok ini, kemudian bertemu dengan rombongan pemuda lain asal Dusun Pasekan, Desa Tasikmadu, yang berjumlah sekira 15 orang.
Kedua kelompok berpapasan dan saling ejek. Karena tidak dapat menahan emosi, kelompok pemuda asal Dusun Pasekan kemudian menyerang kelompok pemuda Dusun Prambatan.
Akibatnya, sejumlah pemuda Dusun Prambatan yakni Adi Maulana, (16), Agus Mulyanto (18), Ardi Susanto (19), menjadi korban. Mereka mengalami luka memar-memar.
Atas kejadian itu Polres Tuban telah menetapkan beberapa pemuda Dusun Pasekan sebagai tersangka. Mereka adalah Muhammad Sugiarto (21), Achmad Yunus (21), Deni Indra Sulaksmono (19), danNurul Anwar (16).Â
“Keduanya bertemu, dan terlibat saling ejek di lokasi kejadian,†kata Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, kepada suarabanyuurip.com.
Suharyono mengungkapkan, aksi tawuran itu dipicu saling ejek antar kedua kelompok pemuda. Disinilah, kelompok dari Muhammad Sugiarto dan beberapa temannya melakukan pemukulan kepada kelompok lain. Baik itu menggunakan tangan kosong, botol, dan juga bambu kentongan.
“Beberapa korban dari kelompok Adi Maulana dan kawan-kawan,† tegas Suharyono.
Kepada Suarabanyuurip.com, salah satu tersangka menerangkan pemicu tawuran tidak hanya akibat saling ejek. Tetapi karena salah satu tersangka sebelumnya pernah dikeroyok oleh lawannya.
“Dulu saya pernah dikeroyok beberapa pemuda situ,†kata Sugiarto menuding kelompok yang berseteru dengannya.(edp)