SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Dolokgede, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengaku tidak bisa sepenuhnya mencegah ulah para calo, atau makelar lahan yang beroperasi di desanya.
Kepala Desa Dologede, Nunuk Sri Rahayu, mengatakan, pihaknya juga telah menghimbau kepada warganya agar jangan mudah melepas lahannya kepada orang luar.”Tetapi ya tergantung pemiliknya,” katanya.Â
Menurut dia, belum lama ini ada tiga warganya yang sudah menjual lahan. Nunuk mengaku sudah mewanti-wantinya, namun warga beralasan terdesak kebutuhan pribadi.Â
“Ada yang untuk bayar hutang, dan beribadah haji. Kalau sudah seperti itu ya mau bagaimana lagi,” terangnya.
Nunuk belum berani memastikan apakah pembelinya tersebut merupakan calo tanah atau pembeli biasa. Namun yang jelas orang di luar Desa Dolokgede.
Mengenai harganya, Ibu satu anak ini menuturkan, tidak bisa menyebut pastinya sebab tergantung kesepakatan kedua belah pihak. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa memungkiri bilamana sejak akan adanya proyek JTB ini, harga lahan mengalami kenaikan.Â
“Saya dengar sebagian harga lahan mulai naik dari Rp150 ribu hingga Rp200 ribu permeter,” imbuhnya.Â
Nunuk mengungkapkan, Desa Dolokgede memiliki luas wilayah 307.6450 hekatre. Sedangkan lahan yang terkena proyek seluas 36.362 hektare. (roz)