SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Warga Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang tergabung dalam dalam Aliansi Masyarakat Peduli Panas Flare (AMPE Panas Flare) bersiap menuju Gedung DPRD dan Kantor pemerintah kabupaten (Pemkab) untuk melakukan unjuk rasa (unras), Kamis (18/6/2016).
Jumlah massa kali ini diperkirakan lebih banyak daripada demo yang dilakukan di fly over (jembatan layang) pada Minggu (7/8/2016) lalu. Diperkirakan jumlah massa sebanyak seribu lebih.
Mereka berangkat dari lapangan Desa Mojodelik menggunakan 21 mobil bak terbuka baik truk maupun tepak  dengan dikawal mobil Polsek Gayam, pukul 09.05 WIB.
Demo ini diikuti kaum laki-laki dan perempuan. Mereka mengusung sejumlah tuntutan. Yakni mendesak EMCL bertanggungjawab atas panasnya lingkungan di Desa Mojodelik, memburuknya hasil panen, kebisingan dari mesin yang dioperasikan, dan meninjau ulang analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
“Kali ini semua warga ikut. Kita ingin pemerintah mendengarkan apa yang kami rasakan selama ini akibat dampak kegiatan migas Banyuurip yang dilakukan EMCL,†kata Ketua Karang Taruna Mojodelik, Adi Yusuf.(suko)