Pengendara Keluhkan Material Drainase

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Pengendara yang melintas di kawasan jalan raya sepanjang Desa Sambonggede sampai Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengeluhkan pengerjaan proyek drainase atau saluran air di wilayah setempat. Penyebabnya, material proyek berserakan hingga memakan bahu jalan sehingga menimbulkan kemacetan yang cukup panjang.

Padahal jalan poros desa itu merupakan jalan penghubung dari kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah selatan dan barat, menuju wilayah kota Tuban.

Pengendara cukup kesal, karena pengerjaan drainase bertepatan dengan momentum lebaran. Di mana aktivitas kendaraan di jalanan setempat dipastikan akan meningkat dibanding hari biasa.

“Kenapa tidak pada hari biasa saja? Sebelum atau mungkin setelah lebaran,” kata Ali Priyanto, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (26/7/2014).

Kekesalan pengguna jalan di wilayah tersebut cukup beralasan. Sebab, sesuai pantauan di lapangan, banyak material seperti tumpukan pasir dan kerikil yang berjajar dan berserakan di pinggir jalan.

Kondisi itu menjadikan macet, selain karena aktivitas jalan yang semakin padat juga akibat lebar jalan di tempat tersebut semakin berkurang karena adanya tumpukan material. Bahkan jalanan terkesan cukup licin dengan keadaan ini.

Baca Juga :   Harga Oli Naik Dahului BBM

“Aktivitas semakin padat apabila pagi hari,” katanya menambahkan.

Kemacetan lain yang menjadi pemicu di wilayah tersebut, selain banyaknya tumpukan material dari perbaikan drainase juga karena jalan di sekitar pasar desa setempat dimanfaatkan untuk parkir kendaraan. Selain itu, ulah dari pengemudi Mobil Pengangkutan Umum (MPU) yang kerap menaik-turunkan penumpang dengan sembarangan.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *