SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski belum dilakukan pengukuran lahan oleh tim pengadaan tanah, namun hal itu tak menyurutkan niat para calo tanah gentanyangan di desa-desa sekitar lokasi proyek unitisasi gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB).Â
Informasi yang diperoleh Suarabanyuurip.com menyebut, para makelar tanah tersebut mendatangi pemilik lahan yang akan dibebaskan untuk kepentingan proyek J-TB. Berbagai cara dilakukan agar pemilik tanah mau menjual tanahnya kepadanya.
Salah satu warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Saimo, mengaku, sering didatangi orang yang berpakaian rapi layaknya bos untuk membeli lahannya. Dia memiliki lahan seluas 1.792 meter persegi yang akan terkena pembebasan untuk proyek J-TB.
“Sering banget saya didatangi orang tidak saya kenal mau membeli lahan saya, Mas. Mungkin saja mereka itu calo tanah,” aku Saimo kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (30/07/2014).
Pria yang berdomisili di Dusun Jambe, RT/RW 14/04, mengatakan, tidak satupun calo tanah yang berhasil melunakkan hatinya, dan bisa membeli tanahnya.
“Beraninya hanya Rp80.000 per meter. Sedangkan saya menawarkan harga Rp500.000 per meter. Jadi para calo itu tidak berani membelinya,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dusun (Kasun) Jambe, Abdul Kharim, mengaku, tidak bisa menghalang-halangi berkeliarannya para calo tersebut.
“Saya tidak bisa menghentikan para calo tanah itu, Mas. Sebab, itu urusan mereka dengan pemilik tanah,” sambung Abdul Kharim menerangkan. (sam)