SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Musim kemarau tahun ini menjadi berkah tersendiri bagi petani di sekitar ladang minyak Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka berhasil menanam mentimun dan saat ini memasuki panen raya.
Para petani di sana mulai menanam mentimun sejak akhir Juli 2014 lalu. Tanaman itu dipilih karena tidak terlalu membutuhkan air yang sulit didapat pada musim kemarau seperti ini.
Hal itu seperti yang dilakukan Suparmin, petani Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. Ia mengaku, mulai memanen mentimun sejak Rabu (30/07/2014) lalu. Setiap harinya Suparmin bisa mengangkut 2 karung mentimun.
“Kalau dihitung isinya sekitar 200 buah dengan seberat 60 kilo gram per karungnya, Mas,” kata Suparmin kepada suarabanyuurip.com, Minggu (3/8/2014).
Dia mengaku, menjual hasil panennya tidak dengan cara kiloan tapi bijian. Untuk 20 buah ketimun laku Rp20.000.
“Dari panen itu saya sudah mendapatkan uang Rp500 ribu. Saat ini panen masih terus berlangsung,” ujar Parmin.
Menurut Parmin, perawatan tanaman mentimun jauh lebih mudah dibanding tanaman lainnya. Selain itu juga tidak membutuhkan modal besar.
“Hanya sekitar Rp300.000, dan 53 hari sudah dapat dipanen,” aku Parmin.
Selain ditanami mentimun, lahan Suparmin seluas 1000 meter persegi juga ditanami kacang tanah.
Dari pantauan, banyak lahan di sekitar proyek Banyuurip yang pada musim kemarau ditanami mentimun dan palawaji. Tanaman itu tak banyak membutuhkan banyak air.
“Ya dari pada ingin ikut bekerja diproyek juga sulit, Pak. Banyak aturan yang harus dilalui. Jadi, mending nekuni pertanian saja,” sambung Sukiran.(sam)