SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Konstruksi mega proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, khususnya pembangunan Fly Over (jembatan layang) di dipinggir jalan Bojonegoro – Padangan, tepatnya di Desa Sudu dan Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemudik yang melintas di jalur tersebut.
“Tidak menyangka Bojonegoro sekarang semakin maju pembangunannya,” kata Abdullah, salah satu pengendara yang akan berlebaran ke rumah familinya di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Kendati begitu, dia mengaku tidak begitu mengikuti perkembangan proyek industrialisasi migas di Bojonegoro, terutama di Lapangan Banyuurip. Namun, lanjut dia, gaung proyek Banyuurip cukup dikenal di luar daerah.
“Memang semua karena akibat adanya proyek migas, jembatan layang ini pun kemungkinan juga khusus migas bukan warga umum,” ujarnya.
Sebagai warga biasa, dia berharap adanya proyek migas di Bojonegoro dapat memberikan manfaat. Sebab, dia mengaku dibanding sebelumnya kondisi Bojonegoro terasa kian maju.
“Jaman dulu tidak seperti ini, jalannya pun masih rusak,” tutur pria yang mengaku asli warga Bojonegoro ini. (roz)