SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Sejak tiga hari Truk tronton dengan nopol AD 1606 KF terjebak dalam tanah bekas galian pipa saluran penyedia air minum (SPAM) di Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah hingga sekarang Selasa (1/3/2016) masih belum terevakuasi.
Truk yang berasal dari Purwodadi tersebut mengangkut 20 ton jagung yang rencananya akan di bawa ke Surabaya. Namun, saat parkir di pinggir jalan, roda belakang tiba-tiba ambles.
“Ini ambles sejak hari Minggu (28/2/2016) pukul 18.00 WIB hingga saat ini masih belum bisa di evakuasi,†ungkap Agus, sopir tronton.
Dia mengaku, tidak tahu jika bahu jalan tersebut bekas galian. Sehingga, dirinya minggir sejenak untuk beristirahat. “Tiba-tiba roda belakang tronton yang dia kendarai masuk ke galian yang sebelumnya tanah rata,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informasi (DPPKKI) Blora, Slamet Pamuji mengimbau pada setiap pengendara bermuatan berat, terutama dari luar kota dan belum mengenal medan jalan Blora agar lebih berhati-hati dan tidak parkir di bahu jalan raya.
“Para pengendara dari luar daerah harus waspada dan kalau bisa jangan parkir di bahu dulu,” tuturnya mengingatkan.
Bekas galian tersebut, menurut Mumuk, sapaan akrab Slamet Pamuji, nantinya akan dipadatkan lagi. Jadi tidak berhenti pada penutupan saja melainkan juga ada proses pemadatan.
Sambil menunggu pemadatan, lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan daerah air minum (PDAM) selaku yang punya hajat dan pelaksana di lapangan untuk memberi rambu-rambu pada jalan yang rawan ambles.
“Sebenarnya sudah ada (rambu) namun perlu ditambah banyak agar terlihat,” pungkasnya.
Sementara, Kasat Lantas Polres Blora, AKP Handoko Suseno, menghimbau kepada pelaksana harus memperhatikan aspek keselamatan dari pembangunan.
“Seharusnya badan jalan dikembalikan seperti semula,” terangnya.
Dari catatan Satlantas Polres Blora, banyak kendaraan yang terperosok akibat bekas galian pipa tersebut. (ams)