Masalah Sosial Paska Konstruksi Belum Ada Solusi

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro-Forum Komunikasi Masyarakat Banyuurip-Jambaran (Forkomas-Baja) menilai kondisi sosial masyarakat paska konstruksi proyek engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, perlu segera dicarikan solusi.

“Sampai saat ini itu yang kami pikirkan, tidak bisa membayangkan bagaimana nanti kondisinya,” kata Ketua Forkomas-Baja, Parmani, Selasa (5/8/2014).

Dia mengungkapkan, sempat lenggangnya suasana di desa sekitar lokasi proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu saat menjelang perayaan Idul Fitri beberapa waktu lalu menjadi gambaran kecil suasana desa di sekitar lokasi proyek.

“Bisa jadi akan seperti itu, tak banyak pekerja lagi yang berseliweran seperti sekarang,” ujar tkoh masyarakat Desa Brabowan, Kecamatan Gayam itu.

Menurut Parmani, beberapa persoalan sebelumnya sudah dapat ditemukan solusinya. Misalnya, untuk pelibatan warga lokal telah ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 23 Tahun 2011 tentang konten lokal. Kemudian, untuk kontraktor lokal sudah terselesaikan di Forum Komunikasi Kontraktor Lokal (FKKL).

“Yang belum kita temukan masalah paska konstruksi selesai, ini yang perlu kita pikirkan bersama,” pungkasnya.

Baca Juga :   BUMD Tuban Segera Kantongi Ijin Kelola Sumur Tua

Saat ini, proyek konstruksi yang masih berlangsung adalah EPC-1 Banyuurip yang dikerjakan Konsorsium PT. Tripatra Engineers & Constructor – Samsung dan EPC-5 oleh PT. Rekayasa Industri (Rekind) – Hutama Karya (HK). Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Nopember 2014 ini sehingga produksi puncak sebanyak 185 barel per hari (Bph) dapat terlaksana akhir tahun.(roz) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *