SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pemkab Tuban, Jawa Timur akan berusaha meminta dispensasi supaya pembatasan penjualan solar bersubsidi ditangguhkan untuk wilayah Kabupaten Tuban. Pertimbangannya karena ribuan nelayan di Tuban selama ini sangat bergantung pada solar bersubsidi.
“Kita akan berusaha meminta dispensasi supaya pembatasan solar subsidi di Tuban ditangguhkan,†jelas Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Noor Nahar Hussein, Selasa (5/8/2014).
Menurut Noor Nahar, secara geografis Kabupaten Tuban mempunyai bentang pantai sepanjang 65 kilometer. Dari wilayah itu ribuan warga berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan perahu kecil.
“Kami minta diberlakukan tahun depan saja karena sangat memberatkan nelayan,†terang mantan Ketua KADIN Tuban ini.
Apabila kebijakan ini diberlakukan pada tahun depan, setidaknya Pemkab mempunyai waktu yang cukup untuk memberikan sosialisasi kepada nelayan. Selain itu, ada tenggang waktu untuk menyiapkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dengan lebih maksimal.
“Kalau tahun depan kita punya cukup waktu sosialiasasi,†kata Wabup beralasan. “Selain itu apabila SPBN sudah disiapkan dengan maksimal, maka pembatasan subsidi untuk nelayan itu baru dapat dijalankan,†lanjut Noor Nahar.
Saat ini baru ada 3 SPBN yang beroperasi di wilayah pesisir Kabupaten Tuban. Diantaranya, SPBN di Kecamatan Bancar, Kecamatan Jenu, dan Kecamatan Palang. Selain itu nelayan yang berada di wilayah pesisir Kecamatan Kota masih menggantungkan solar subsidi dari SPBU biasa.(edp)