BBE Akan Kembali Bor Sumur Banyubang

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Setelah mengalami kegagalan dalam pencarian sumber minyak (dry hole) tahun 2014 lalu,  PT Banyubang Blora Energi (BB Energi) kembali merencanakan pencarian sumber minyak di wilayah kerja sama operasi (KSO) Lapangan Banyubang tahun 2015 ini.  Namun BB Energi belum mententukan lokasi pemboran.

“KSO persiapan untuk drilling satu sumur baru tahun ini. Lokasi pengeboran belum ditentukan. Masih dilakukan kajian studi,” ujar Plt. Direktur Utama PT Blora Patra Energi (BPE) Blora, Christian Prasetya kepada suarabanyuurip.com, Senin (17/3/2015) kemarin.

PT BB Energi merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Blora Patra Energi (BPE) yang bersinergi dengan PT Banyubang Blora Pertiwi, sebagai penyandang dana.

PT BB Energi menjadi operator lapangan Banyubang dengan dukungan teknis PT Sele Raya Belida setelah mengantongi izin KSO dari Pertamina pada 20 Desember 2013.

Lapangan Banyubang merupakan lapangan tua peninggalan Belanda. Di tempat itu terdapat sekira 33 sumur peninggalan Belanda dan lima sumur yang dibor oleh Pertamina.  Izin KSO Lapangan Banyubang berlangsung selama 15 tahun. Tiga tahun komitmen pasti rencana kerja PT BB Energi diawali tahun 2014.

Baca Juga :   FITRA : BPK Temukan Kerugian Negara di Bagi Hasil PI Blok Cepu

Di antaranya dengan melakukan work over sumur yang mulai dilakukan September 2014. Namun pencarian sumber minyak tahun lalu tidak mendapatkan hasil. Sumur work over KSO Lapangan Banyubang di Desa Prantaan, Kecamatan Bogorejo, dinyatakan dry hole atau tidak ada minyaknya.

“PT BB Energi gagal produksi ketika melakukan work over di tahun 2014,” tandas Christian Prasetya.

Mitra PT BB Energi menanggung penuh seluruh pembiayaan kegiatan pencarian sumber minyak di Lapangan Banyubang. Pemkab Blora tidak mengeluarkan dana sepeser pun untuk kegiatan pertambangan tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun dalam sosialisasi rencana kegiatan PT BB Energi di Blora belum lama ini, total dana yang dianggaran untuk tiga tahun kegiatan pencarian sumber minyak sebesar USD 9,5 juta.  “100 persen pendanaan ditanggung mitra,” tegas Christian Prasetya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *