SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, mengungkapkan rasa penasarannya terkait masih tingginya angka kemiskinan di wilayahnya.
Karena sebelumnya Pemkab Tuban mengklaim telah menurunkan angka kemiskinan di Tuban dari 26 persen menjadi 18 persen sejak tiga tahun terakhir, tetapi angka tersebut menurut Fathul Huda masih tergolong tinggi.
“Meski sejak tiga tahun terakhir berhasil menurunkan angka kemiskinan (26 persen menjadi 18 persen), tetapi saya masih penasaran kenapa angka kemiskinan di kota kita masih tinggi,†kata Fathul Huda, ketika memberikan sambutan di acara peresmian kantor pusat PT Semen Gresik di Tuban, Jumat (8/8/2014).
Jumlah itu mengacu pada angka kemiskinan nasional dan regional yang lebih rendah. Saat ini angka kemiskinan nasional sekitar 11 persen, dan angka kemiskinan di Propinsi Jawa Timur yang mencapai 13 persen.
Alasan lain yang membuat dia penasaran, karena pertumbuhan ekonomi di Tuban cenderung mengalami peningkatan. Yaitu dengan menjadi runner up kota di Indonesia yang mengalami pertumbuhan ekonomi nasional setelah kota Banyuwangi.
“Padahal kita kaji pertumbuhan ekonomi di Tuban jadi runner up setelah Banyuwangi. Banyuwangi 7,12 persen dan kita (Tuban) sebesar 7 persen,†kata Fathul Huda.
“Tapi kenapa angka kemiskinan di Tuban masih tinggi?†lanjutnya bertanya.
Menurutnya, ini merupakan pekerjaan rumah yang harus dicarikan solusi bersama. Selain itu dia menganggap saat ini jurang pemisah antara orang kaya dan orang miskin di Tuban masih terlalu lebar.
“Bagaimana solusinya terjadi pemerataan pembangunan, kita harus kaji bersama dan mempunyai kepedulian kepada rakyat miskin,†tandasnya.(edp)