SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Masuknya investor dan membuka industri tentu menimbulkan banyak dampak negatif. Diantaranya permasalahan sosial, lingkungan hidup, dan kemiskinan. Termasuk di Termasuk di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Khusus di Tuban, hadirnya industri belum mampu mengentaskan kemiskinan. Tak jarang jika masalah itu menuai banyak kritik dari berbagai kalangan yang merasa prihatin dengan efek negatif industri.
Bupati Tuban, Fathul Huda, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan menjawab permasalahan ini. Fathul Huda juga mengklaim beberapa program dari Pemkab akan menangkal dampak negatif dari keberadaan industri.
“Mari kita jawab (mengenai dampak negatif presiden),†kata Fathul Huda kepada suarabanyuurip.com, Senin (11/8/2014).
Mengenai dampak sosial, dia berjanji, akan terus memerangi permasalahan itu. Huda mencontohkan, kalau biasanya industri juga dibarengi dengan maraknya prostitusi di sekitarnya. Pemkab Tuban mengatakan kalau sudah menutup sejumlah lokasi prostitusi dan juga produksi arak di Kabupaten Tuban.
“Jangankan prostitusi, Miras (produksi arak) pun akan kita kejar sampai ke akarnya,†tegas Huda.
“Kita akan kerja sama dan akan kita bersihkan (dampak sosial yang ada),†lanjutnya.
Mengenai dampak lingkungan, Pemkab mengatakan sudah membagi perusahaan-perusahan yang berdiri di Tuban untuk melakukan penanganan lahan kritis. Yaitu dengan melakukan penanaman dan pemghijaun di sana.
“Ini diakui kita dapat Adipura Kencana, satu-satunya kota industri yang dapat Adipura kencana adalah Tuban,†klaimya.
Sementara terkait kemiskinan, kendati saat ini tegolong masih tinggi. Tetapi sejak tiga tahun terakhir angkanya sudah menurun, yaitu dari 26 persen menjadi turun menjadi 18 persen. Pemkab mengaku akan menekan terus angka kemiskinan dengan berbagai program.
“Pendapatan per kapita juga naik sebesar 5 persen, pada 2013 lalu menjadi 20 juta 450 ribu rupiah,†tandasnya.(edp)