SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan Ormas Islam setempat, menggelar pertemuan khusus membahas keberadaan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Guest House, Senin (11/8/2014). Dalam pertemuan itu, semua perwakilan yang hadir sepakat menolak adanya ISIS di Lamongan.
Sebelumnya jajaran Polres Lamongan menangkap seorang nelayan di wilayah Paciran yang mengibarkan bendera ISIS. Selain itu, saat dilakukan penggeledahan di rumah pelaku juga ditemukan atribut ISIS. Â
“Kebijakan Pemkab Lamongan sebagaimana yang disepakati bersama Forpimda dan Ormas Islam dalam pertemuan tadi adalah menolak keberadaan ISIS yang bertentangan dengan ajaran Islam yang benar, “ kata Bupati Lamongan, Fadeli kepada suarabanyuurip usai rapat.
“Kedepan, terkait kependudukan, akan dilakukan sejumlah pengetatan. Terutama soal keluar masuknya warga di Lamongan. Jika perlu tidak lagi 2×24 jam, tapi 1×24 jam tamu harus lapor, “ lanjut dia, menegaskan.
Disebutkan Fadeli, seusai menerima masukan dari banyak pihak dalam rapat tersebut, bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menerbitkan materi dakwah yang sesuai ajaran Islam. Terutama terkait pemaknaan Islam dan jihad yang benar.
“Nanti juga akan ada deklarasi Forpimda bersam Ormas Islam yang menolak keberadaan ISIS di Lamongan,“ imbuh dia.
Selain Bupati Fadeli, hadir dalam rapat khusus itu Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamongan, Yuhronur Efendi, Kepala SKPD terkait. Sementara dari Forpimda Komandan Kodim 0812, Letkol If Ade Rizal Muharram, Kapolres Lamongan, AKBP Sholehan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Erna Normawati Widodo Putri, dan Ketua Pengadilan Negeri Sefwitson. Sementara Ormas Islam yang hadir ada dari NU, Muhamamdiyah, MUI, FKUB dan LDII.(tok)