SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Rasa nasionalisme masyarakat, tampaknya, mulai pudar. Di sekitar ladang migas Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, warga terlihat enggan mengibarkan bendera merah putih menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2014 mendatang.
Pantauan suarabanyuurip.com, Selasa (11/8/2014), tak banyak rumah warga di sekitar tambang migas yang dikelola ExxonMobil, perusahaan asal Amerika Serikat, yang dipasangi bendera merah putih. Kalau pun ada, hanya beberapa saja. Nuansa khas perayaan momen sakral kemerdekaan RI yang ke-69 belum terasakan.
Warga Desa Gayam, Wajib menilai, kesadaran warga untuk memasang bendera putih boleh dikatakan kian memudar dari tahun ke tahun. Padahal, kata dia, pemasangan bendera meruapakan bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara terhadap para pejuang yang telah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
“Saya amati memang begitu, orang mungkin sudah merasa malas hanya untuk memasang bendera di depan rumahnnya. Padalah cuma satu tahun sekali,” ucapnya.
Menurutnya, perebuatan kemerdekaan RI juga tak lepas dari upaya perjuangan kakek dan nenek warga yang hidup sekarang. Dengan kata lain, bukan tidak mungkin para pendahulu yang notabene rakyat biasa juga ikut berperang melawan penjajah.
“Pahlwan zaman dulu tidak harus tentara, rakyat berjuang bersama merebut kemerdekaan,” ucap pria paruh baya ini.
Dia berharap, pemerintah dapat memberi peringatan warganya yang kurang menyadari kemerdekaan. Selain itu, sejumlah perusahaan yang berada disekitar proyek Banyuurip, juga dapat memberikan contoh kepada warga.(roz)