K3S Migas Tak Laporkan Moving Alat Berat

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku belum pernah mendapatkan laporan moving (pengangkutan) alat pengeboran migas dari Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS) di wilayahnya selama ini.

Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Iskandar menyampaikan, dari empat KKKS yang melakukan kegiatan di Bojonegoro, baru satu yang pernah mengajukan rekomendasi moving alat berat. Yakni operator migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) yang melakukan moving alat berat dari Bojonegoro ke Mudi di Kabupaten Tuban.

“Untuk JOB P-PEJ sudah tiga kali mengajukan rekomendasi sebelum bulan ramadhan lalu, ” tukasnya.

Sedangkan tiga KKKS lainnya, lanjut dia, seperti Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Asset 4, operator migas Tiung Biru (TBR), dan Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), operator Unitisasi Gas Jambaran – TBR (J-TB), belum pernah mengajukan rekomendasi moving.

“Kalau PEPC kita memaklumi karena kegiatan belum berjalan. Tapi MCL dan PEP Asset 4 kan sudah lama melakukan eksplorasi dan produksi di sini, namun belum pernah laporan,” ujar dia, mengungkapkan.

Baca Juga :   Jalan Menuju Proyek J-TB Dipasangi Tempat Sampah

Karena itu, Iskandar mengaku, menyayangkan operator yang tidak pernah berkomunikasi dengan Dishub jika ada moving dari Surabaya, meskipun telah ada pengawalan dari kepolisian.

“Polres memang mengkakui sudah melakukan pengawalan. Tapi yang saya sesalkan operator belum pernah komunikasi dengan kami,” tegas pria berkumis tebal ini.

Mantan Kepala Satpol PP Bojonegoro itu menyarankan, agar apabila ada moving dari luar Bojonegoro memberitahukan terlebih dahulu kepada Disbub. Karena yang memahami kondisi jalan terutama jalan Kabupaten adalah Dishub. Selain itu juga harus ada dispensasi serta perjanjian dengan operator untuk perbaikan jalan jika mengalami kerusakan.

“Tidak hanya JOB P-PEJ saja, tapi berlaku untuk semua operator yang ada di Bojonegoro,” tegas Iskandar.

Sementara itu, juru bicara JOB P-PEJ, Basith Syarwani, tengah berupaya dikonfirmasi mengenai hal tersebut.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *