SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Umat Konghucu melakukan sedekah bumi di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Tjoe Ling Kiong (TLK), Jalan Panglima Sudirma, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (13/8/2014).
Sedekah bumi dilakukan dengan membungkus makanan menjadi bucu (tumpeng kecil). Bucu tersebut dalam bungkus plastik dan disertakan mie instant, kopi, kue, dan juga makanan ringan.
Sebelumnya, terlihat puluhan umat Konghucu melakukan sembahyang terlebih dahulu di klenteng yang berusia lebih dari 340 tahun tersebut. Usai sembahyang, salah satu pengurus klenteng tersebut membunyikan kentongan dan bedug, menandakan perebutan bucu dimulai.
Tak ayal, mendengar bunyi kentongan dan bedug di pukul, puluhan warga yang ada di sana langsung memperebutkan 500 bucu yang diletakkan di atas meja besar. Beberapa umat yang sebelumnya sembahyang juga ikut membaur bersama masyarakat untuk memperebutkan bucu ini.
 “Sembahyang dalam rangka sedekah bumi,†kata Ketua Umum TITD Tjoe Ling Kiong, Gunawan Putra Muhammad, kepada suarabanyuurip.com.
Sedekah bumi dan sembahyang ini, ditujukan kepada Kongco Hok Tjin Sin, atau dewa bumi menurut keyakinan mereka. Mereka juga berharap dapat memberikan hormat kepada arwah leluhur yang telah meninggal.
Selain itu khusus Sembahyang hari ini, juga ditujukan kepada arwah yang sudah tidak diberikan Sembahyang oleh keturunannya karena beberapa sebab. Salah satunya adalah sebab berpindahnya keyakinan orang-orang Konghucu.
“Jadi semua kita sembahyangi hari ini,†jelas Gunawan.
Sembahyang dan sedekah bumi ini dilakukan rutin tiap tahun. Yaitu tiap bulan ke 7 tahun Imlek dan setelah tanggal 17.(edp)