SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Meskipun ada pembatasan solar bersubsidi bagi nelayan, namun pada praktinya para nelayan di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten lamongan, Jawa Timur masih bebas membeli solar di SPBU setempat.
Sejumlah SPBU maupun Stasiun Pengisian Dealer Nelayan (SPDN) di sepanjang Kecamatan Paciran hingga Kecamatan Brondong, Lamongan tidak melakukan pembatasan pembelian solar bagi nelayan.
“Masih mudah mendapatkan solar tapi sifatnya bebas terbatas,†ujar salah satu nelayan asal Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Mujito, kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (14/8/2014).
Dia menguraikan, nelayan masih diperbolehkan membeli solar dengan membawa jerigen, namun tidak akan dilayani jika membeli diangkut dengan mobil.
“Barangkali maksudnya agar solar tidak dimonopoli oleh segelintir orang saja, namun semua nelayan bisa mendapatkan solar, “ paparnya lagi.
Pendapat lain disampaikan nelayan asal Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Marwan. SPBU dan SPDN tidak membatasi pembelian solar pada nelayan karena saat ini masih banyak nelayan yang tidak melaut.
“Banyak nelayan yang masih prei miyang (libur melaut) karena cuaca di laut cukup buruk. Kalau nekad, nyawa taruhannya,“ cetus Marwan.
Marwan sendiri selama beberapa hari ini mengaku tidak melaut. Untuk biaya hidup sehari-hari dia harus membongkar simpanan uangnya. Untuk mengisi waktu, Marwan memilih memperbaiki jala.
Dikonfirmasi terpisah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Lamongan, Â Mohammad Fais Junaedi, mengatakan, untuk kebijakan alokasi pembelian solar subsidi bukan kewenangan Pemkab.
“Kita hanya memohon ke Pertamina alokasi kuota untuk nelayan tidak dikurangi sama sekali,†jelas Fais melalui pesan pendek. (tok)