SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Tawuran pelajar antara Seklolah Menengah Kejuruan Pelayaran (SMKP) Muhammadiyah dengan SMKP Kristen di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/8/2014) lalu, ditanggapi dingin Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) setempat, Sutrisno. Ia menilai tawuran antar pelajar itu hal yang wajar.Â
Menurut Sutrisno, tawuran pelajar itudikarenakan kondisi emosi mereka yang masih labil. Sehingga dengan sedikit saja permasalahan bisa menjadikan mereka lupa diri sehingga terjadi tawuran. Selain itu, masa sekolah menurutnya adalah masa pencarian jati diri.
“Senggol sedikit saja, mereka akan sulit mengendalika diri sehingga terjadi tawuran,†kata Sutrisno kepada suarabanyuurip.com, Senin (18/8/2014).Â
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada petugas kepolisian yang  bertindak cepat menangani tawuran tersebut. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari dari awal.
“Kita menngucapkan terima kasih kepada Polres Tuban, yang secara cepat menangani kejadian tawuran ini,†ujar Sutrisno.
Dia mengatakan, Disdikpora telah memanggil kedua belah pihak dari masing-masing sekolah untuk melakukan mediasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah supaya kejadian yang seperti ini tidak terulang kembali. Selain itu dia telah meminta kepada masing-masing sekolah untuk melakukan pembinaan kepada masing-masing siswanya.
“Kita tidak ingin tawuran ini terulang kembali, sehingga kemungkinan kita akan membuat agenda bersama dengan kedua sekolah itu lagi,” tegas Sutrisno.
Sampai saat ini, belum diketahui apa motif dari puluhan pelajar dari SMKP Muhammadiyah melakukan pelemparan batu ke SMKP Kristen pada Sabtu lalu. Hanya saja tawuran antara kedua pelajar dari masing-masing sekolah tersebut kerap didengar masyarakat.(edp)