Hadapi MEA Terapkan Sistem K3

Seminar MEA

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora –  Banyak elemen masyarakat yang belum memahami apa itu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), utamanya dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Sehingga, mereka masih kebingunan untuk menghadapi MEA seperti saat ini.

Hal itu menjadi keprihatinan para Civitas akademisi. Untuk memberikan informasi yang jelas tentang apa itu MEA. “Ini menjadi alasan kami menyelenggarakan Seminar Ilmiah dengan Tema Penerapan Sistem K3 Dalam Menghadapi MEA,” kata Miranda Kusuma Wardani, Humas Eksternal kegiatan Seminar Ilmiah, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (13/5/2017).

Seminar tersebut dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis atau ulang tahun Sekolah Tinggi Teknik Ronggolawe (STTR) ke-32, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.  

Menurutnya, saat ini telah memasuki MEA. Namun banyak dari masyarakat belum tahu. “Kalaupun tahu, mereka hanya sekadar tahu. MEA itu ya Masyarakat Ekonomi ASEAN, hanya itu saja. Seperti apakah MEA dan dengan cara apa menghadapi MEA, itu mereka belum tahu,” ujarnya.

Pada seminar ini, lanjut dia, dijelaskan tentang MEA sebenarnya. “Bagi kebanyakan orang, MEA itu adalah ancaman. Tapi yang sebenarnya ini adalah peluang bagi kita,” ujarnya.

Baca Juga :   Area Penertiban Diperluas

Kenapa pilih Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) lanjut Miranda, karena K3 ini adalah bagian dari senjata kita dalam menghadapi MEA. 

“Kita tahu bahwa dunia tehnik sendiri dibutuhkan. Bahkan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sudah dimulai pembelajaran K3. Jadi kita ingin memberitahukan bahwa K3 itu sangat penting dalam dunia kerja,” timpal Niki Nur Alfiani, Seksi acara Seminar Ilmiah yang juga mendatangkan peserta dari kalangan Mahasiswa dan pelajar serta sebagian masyarakat umum tersebut. 

Elok Fajarini Nur, Safety Risk OIMS Emergency Preparedness dan Response Supervisor EMCL, menyatakan, kalau berbicara K3 pasti berbicara OIMS. “Operations Integrity Management System,” katanya saat menjadi pemateri.

OIMS sendiri, menurutnya, adalah Sistem Manajemen Keselamatan Kerja Standart yang digunakan corporate diseluruh dunia. Jika pindah ke tempat lain, meskipun pada Negara yang berbeda, maka tidak perlu lagi belajar dari awal tentang standart keselamatan kerja dari awal. Pada kesempatan itu, Elok juga mengupas 11 element yang terdapat dalam OIMS.

“Intinya, kalau berbicara K3, maka manajemenya harus mendukung. Karena K3 itu bisa berjalan jika ada dukungan dari manajemen,” kata dia.(ams)

Baca Juga :   Satgana PMI Blora Bantu Korban Kebakaran

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *