Banggar Pertanyakan Program Jambu Merah

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Program budidaya jambu merah yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, tahun 2014 ini, mendapat sorotan dewan. Pasalnya, program yang direncanakan menelan anggaran sejumlah Rp6 milyar lebih itu, sampai saat ini belum dimulai.

“Dulu disampaikan katanya bulan Februari sudah tanam, tapi hampir setahun belum juga dilakukan,” kata Anggota Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro, Agus Susanto Rismanto pada saat rapat Banggar tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD-P) di ruang Paripurna Dewan, Selasa (19/8/2014).

Agus menuding, dengan lambatnya program ini menandakan jika Bupati Bojonegoro, Suyoto tidak bisa memilih orang yang berkompeten di bidangnya.

“Saya minta kepada tim anggaran, yang pada saat itu sangat keberatan ada pengeprasan anggaran dengan alasan itu atensinya Bupati demi rakyat,” tegasnya.

Agus menyatakan, ingin mengetahui progress dari Dinas Pertanian sebagai pelaksana program itu sebelum pengajuan anggaran disepakati.

Senada juga disamapaikan, Ali Huda. Politisi Partai PBR itu, mengaku khawatir program budidaya jambu merah itu akan berjalan carut marut seperti Gerakan Nasional Reboisasi Hutan dan Lahan (GNRHL) beberapa tahun silam. Yang mana program yang menelan dana milyaran hingga triliunan rupiah itu gagal.

Baca Juga :   Enam Peserta Berebut Jabatan Kasun di Desa Katur

“Saya melihat program jambu merah ini sama dengan GNRHL. Yang membedakan hanya kalau GNRHL anggarannya dari pusat, tapi program jambu merah ini dari APBD,” tegas Ali Huda.

Menanggapi pertanyaan itu, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Ahmad Jupari, menyatakan, bibit jambu merah ini merupakan sesuatu yang baru dilakukan di Bojonegoro dan sangat berbeda jauh dengan pengadaan Mahoni, Jati, atau tanaman lainnya. Karena tanaman jambu merah ini harus bersertifikat dan berlabel. 

“Jadi kami mempelajari betul, jangan sampai salah,” timpal Djupari memberikan penjelasan.

Djupari menjelaskan, program budidaya jambu merah itu telah mulai dilelang pada Mei Mei 2014 lalu. Ada tiga varietas jambu merah yakni Jambu Merah Mega Jaya, Jambu Merah Wijayakusuma dan Jambu Mereah Kristal. Dari tiga varietas ada tujuh paket yang dilelangkan dengan total bibit sebanyak 327 ribu.

“Target kita bulan November nanti bibit sudah kita kirim ke masing-masing kecamatan sesuai proposal yang masuk dan kemudian ditanam. Karena pada bulan itu sudah musim penghujan, sehingga jaminan pohon untuk hidup lebih besar bila ditanam sekarang,” ujar Djupari. 

Baca Juga :   Ajukan Perda Menara Telekomunikasi Dirubah

Bibit itu rencananya akan dibagikan kepada masyarakat secara gratis, sehingga mereka bisa menanam dilahanya dan menuainya sendiri.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *