SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Tujuh rumah warga di Desa Prijek Taman, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur habis dilalap si jago merah, Â Selasa (20/8/2014) pukul 22.00 WIB.
Data yang dihimpun SuaraBanyuurip.com menyebutkan, peristiwa itu berawal dari konsleting listrik dari salah satu rumah milik Rija’i. Penghuni rumah yang sedang tidur lelap tidak mengetahui percikan api yang menyala, dan menjalar ke dinding rumah.
Saat terbangun api sudah berkobar menghanguskan rumah.  Korban bersama keluarganya panik ke luar rumah menyelamatkan diri.
Dalam waktu beberapa menit api yang berkobar terus menjalan ke enam rumah lainnya yang saling berdempetan. Ke enam rumah tersebut dua diantaranya milik Rija’i yang dihuni oleh anaknya. Sedang empat rumah lainnya milik Jonah yang juga ditempati anaknya. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditafsir mencapai Rp155 juta.
“Warga sudah berusaha memadamkan api semampunya tapi api cepat menjalar ke rumah lainnya, “ kata salah satu warga setempat, Jumadi.
Menjelang pagi api baru bisa dipadamkan dan tinggal menyisakan puing-puing yang rata dengan tanah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan saat ini sudah memberikan bantuan kepada para korban.
“Bapak Bupati melalui BPBD telah memberikan bantuan kebutuhan hidup bagi para korban kebakaran. Tadi pagi sudah dikirimkan, “ kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Suprapto, kepada SuaraBanyuurip.com,  Rabu (20/8/2014).
Bantuan yang diberikan berupa beras, gula, kecap, dan makanan siap saja lainnya yang cukup untuk tujuh hari.
“ Kami telah meminta Muspika Laren dan Pemerintahan Desa melakukan kerja bakti untuk membersihkan sisa-sisa kebakaran. Jika dibutuhkan tenda darurat kami siap mengirimkan, “ papar Suprapto.
Dibulan Agustus ini di Lamongan telah terjadi 5 kali peristiwa kebakaran. Yaitu di Kecamatan Laren, Sekaran, Brondong, Kedungpring, dan Kecamatan Sugio. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran Suprapto telah mengirimkan surat edaran ke 27 Camat di Lamongan.
“Camat diminta menyampaikan ke warga agar saat musim kemarau warga mewaspadai kebakaran. Diantaranya dengan tidak membuat sumber api dan hati-hati saat menggunakan listrik,“ harap Suprapto. (tok)