SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan diprediksi bakal terjadi di momentum mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H tahun 2026, khususnya di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tradisi mudik dinilai perlu diantisipasi dengan kesiapan infrastruktur, pengamanan, dan koordinasi lintas sektor.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Sinkronisasi Persiapan Sarana Prasarana dan Penertiban Lalu Lintas dalam menyambut Idul Fitri 1447 H tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Ruang Mliwis Putih Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) II Bojonegoro itu dihadiri organisasi lintas sektor mulai Dinas Perhubungan Bojonegoro, dan Kepolisian.
Kepala Bakorwil Pemerintah dan Pembangunan II Bojonegoro, Jawa Timur, Tri Wahyu Liswati mengatakan, terdapat tiga fokus utama yang disiapkan jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.
“Misalnya sarana dan prasarana transportasi darat dan laut, kondisi infrastruktur jalan dan jembatan, serta pengamanan dan kelancaran lalu lintas,” katanya, Selasa (10/2/2026).
Dia mengatakan, berdasarkan hasil monitoring di lapangan, masih ditemukan banyak jalan berlubang di sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi. Pemerintah meminta agar segera dilakukan pekerjaan sapu lubang atau patching untuk menutup lubang-lubang yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Perbaikan infrastruktur menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik,” katanya.
Menurut dia, sejumlah titik rawan telah dipetakan, di antaranya daerah rawan macet, rawan kecelakaan, rawan bencana, penerangan jalan yang tidak berfungsi, perlintasan sebidang tanpa palang pintu, serta minimnya rambu lalu lintas. Kemudian kesiapan rest area, posko mudik, posko peralatan berat untuk antisipasi kecelakaan, dan longsor juga menjadi perhatian utama.
“Pemprov juga akan kembali menggelar program mudik gratis, salah satunya dari Jakarta menuju Jawa Timur, sebagai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas dan memberikan layanan kepada masyarakat,” jelasnya.(jk)





