SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Meski saat ini bukan musim penghujan namun Deman Berdarah (DB) menyerang sejumlah warga, dan anak-anak di wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Penyakit yang dibawa jentik nyamuk Aides Aigepty ini terbukti mengantar belasan warga berobat ke Rumah Sakit (RS). Padahal saat ini nyaris tidak ada hal-hal yang menjadi pemicu keberadaan nyamuk ini, seperti halnya genangan air.
Saat ini dua anak kecil asal Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Tuban menjalani perawatan di RSUD Dr R Koesma Tuban. Mereka adalah kakak beradik Salisa (5), dan Firza (9).
Wikoyatun Nikmah (30), yang merupakan ibu dari korban menerangkan, awalnya anak sulungnya yang sakit, dan terpaksa dibawa berobat. Belum sempat anak pertama dia pulang, anaknya yang bungsu juga menderita sakit.
“Setelah diperiksa ternyata mereka terserang demam berdarah,†kata Nikmah, Kamis (21/8/2014).
Data dari RSUD Dr R Koesma Tuban, sejak dua bulan terakhir (Juli dan Agustus) ternyata sudah ada 14 pasien yang didiagnosa menderita demam berdarah. Mereka diketahui kekurangan trombosit akibat penyakit ini.
Setiap pasien yang didiagnosa terjangkit penyakit ini langsung dilakukan uji laboratorium. Hal ini dilakukan supaya kondisi pasien tidak drop, dan bisa kembali pulih ke kondisi normal.
“Ada sekitar 14 pasien yang masuk akibat serangan DB, satu diantaranya meninggal dunia,†terang Bagian Humas RSUD Dr R Koesma Tuban, Siswanto, kepada sejumlah wartawan.(edp)