SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pelantikan anggota DPRD Bojonegoro, Jawa Timur periode 2014 -2019, Kamis (21/8/2014), diwarnai dengan penangkapan aktivis dari aliansi organisasi masyarakat sipil (OMS). Dia adalah Na’im, dari Lembaga Swadaya Masyarakat IDFoS yang tergabung dalam aliansi OMS untuk Kesejahteraan Bojonegoro.
Penangkapan itu terjadi saat Na’im menyebarkan selebaran berisi tuntutan OMS usai pelantikan anggota DPRD Bojonegoro di ruang Paripurna dewan. Selebaran itu dibagikan kepada tamu undangan dan anggota DPRD Bojonegoro yang baru dilantik. Namun belum selesai membagikan, tiga polisi berpakaian preman yang mengetahui aksi Na’im segera menangkap dan menyeretnya keluar gedung untuk diamankan. Â
Saat digeledah polisi menemukan tumpukan selebaran berisi tuntutan dalam tas hitam yang dibawa Naim. Isi tuntutan itu yakni mendesak kepada anggota DPRD baru membahas dan mengesahkan rancangan peraturan daerah (Raperda) Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TJSP) menjadi Perda pada tahun 2014, membuat aturan studi banding yang akuntabel dan dipertanggungjawabkan hasilnya kepada rakyat Bojonegoro.
Kemudian, meminta DPRD yang baru untuk terlibat aktif dan mengawal musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di kecamatan yang memihak kepada rakyat hingga terealisasi menjadi program aksi, dan semua fraksi di DPRD Bojonegoro untuk menempatkan kader terbaik di komisi sesuai dengan kompetisinya.
“Saya kecewa sekali dengan sikap aparat kepolisian yang memperlakukan saya dengan kasar. Niat saya hanya menyuarakan aspirasi rakyat,†kata Na’aim kepada awak media saat digelandang polisi.
“Kami berharap para anggota dewan yang baru bisa menuntaskan pekerjaan dari anggota dewan sebelumnya,†lanjut dia.
Tidak ada satupun keterangan dari pihak Kepolisian. Begitu juga ketika Kapolres Bojonegoro AKBP Ady Wibowo yang sempat mengikuti anggotanya mengamankan Na’aim, tak mau memberikan komentar.
Namun, sesuai informasi yang diperoleh suarabanyuurip.com, Na’im akhirnya dilepaskan setelah beberapa anggota LSM melakukan negoisasi dengan polisi.(rien)