SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Sejumlah perusahaan yang tergabung dalam ekosistem industri hulu migas di Bojonegoro, Jawa Timur menerima penghargaan dalam ajang Angling Dharma PWI Award 2026.
Perusahaan hulu migas itu meliputi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) pengelola lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu; Pertamina EP Cepu, pengelola Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB); Pertamina EP Sukowati Field, pengelola lapangan Sukowati, Blok Tuban; dan PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, pengelola Participating Interest (PI) Blok Cepu.
Para perusahaan di sektor hulu migas itu menerima penghargaan yang diserahkan saat resepsi Hari Pers Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). PWI Kabupaten Bojonegoro menyerahkan apresiasi itu dalam kategori perusahaan berkontribusi melalui program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Dikonfirmasi secara terpisah, External Engagement & Socioeconomic Manager EMCL, Tezhart Elvandiar, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat kontribusi perusahaan bagi daerah.
“Penghargaan PWI Bojonegoro ini merupakan penyemangat bagi kami untuk terus berkontribusi membantu Pemerintah Bojonegoro dalam membangun masyarakat menuju daerah yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (31/3/2026).
Senada disampaikan Manager Communication, Relation & Community Involvement & Development Regional 4, Rahmat Drajat. Ia menegaskan, keberadaan industri migas harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, melalui program Pelibatan Pengembangan Masyarakat (PPM), perusahaan menjalankan berbagai inisiatif berbasis pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan, yang juga sejalan dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance).
“Program ini dirancang melalui social mapping sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat berkelanjutan,” jelasnya. Program tersebut dilaksanakan oleh PEPC dan Pertamina Sukowati Field.
Rahmat, juga menyebut peran media, khususnya PWI Bojonegoro, sangat penting sebagai mitra strategis dalam menjembatani komunikasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Manager Pertamina EP Sukowati Field, Arif Rahman Hakim menambahkan, kehadiran program PPM di desa-desa Ring 1 PEP Sukowati, termasuk program bidang ekonomi menjadi sangat penting guna mendorong berjalannya perekonomian masyarakat sekitar.
“Harapannya tak hanya PEP Sukowati dapat menopang pasokan energi nasional, namun juga masyarakat sekitar dapat tumbuh bersama,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur ADS Mohammad Kundori menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Sebagai BUMD yang ditugasi mengelola PI Blok Cepu, ADS menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat industri migas dapat dirasakan oleh daerah.
“Terima kasih atas dukungan dari PWI. Semoga kolaborasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ketua PWI Kabupaten Bojonegoro, Sasmito Anggoro mengatakan, Angling Dharma Award yang terlaksana pada Jumat malam 28 Maret 2026 itu merupakan bentuk apresiasi bagi mereka yang telah berkontribusi nyata untuk Bojonegoro, termasuk dari sektor industri hulu migas.
Menurutnya, keberadaan perusahaan seperti EMCL selaku operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Pertamina EP Cepu yang mengelola Lapangan JTB, Pertamina EP Sukowati Field, serta PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), tidak hanya berperan dalam produksi energi, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Angling Dharma Award ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata bagi Bojonegoro. Kami melihat perusahaan-perusahaan migas ini tidak hanya fokus pada operasional, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Sasmito menambahkan, komitmen tersebut selaras dengan berbagai program yang dijalankan perusahaan, seperti Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang menyasar sektor pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
“Ini menunjukkan bahwa industri migas di Bojonegoro telah berkembang tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat,” tandasnya.(fin)





