SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berjanji segera melakukan fogging, atau pengasapan untuk memberantas penyebaran nyamuk aides aigepty.
Pengasapan akan dilakukan, menyusul sudah adanya belasan warga yang terserang Demam Berdarah (DB). Bahkan satu pasien DB dikabarkan meninggal dunia meski sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS).
“Kita akan segera melakukan fogging, untuk menanggulangi penyebaran jentik nyamuk ini,†kata Kepala Dinkes Tuban, Syaiful Hadi, Jumat (22/8/2014).
Syaiful mengatakan, pengasapan akan dilakukan di lingkungan perumahan dan tempat tinggal warga. Utamanya pada pemukiman padat penduduk yang menjadi daerah rawan penyebaran jentik nyamuk aides aigepty.
“Selain itu juga akan kami lakukan pengasapan di tempat-tempat lain yang mempunyai potensi sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk ini,†kata Syaiful.
Dia mengatakan, kalau nyamuk penyebab demam berdarah ini tidak melulu berasal dari dalam kota. Tetapi persebarannya juga berasal dari wilayah luar kota.
“Jadi nyamuk tersebut dapat menempel di kendaraan, kemudian lepas di Tuban dan menggigit warga,†kata Syaiful, mengungkapkan.
Selain pengasapan, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada warga tentang bagaimana melakukan pencegahan berkembang biaknya nyamuk tersebut. Salah satu yang populer adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membiarkan adanya genangan air di sekitar pemukiman.
“Kalau ada penemuan warga terserang DB segera laporkan kepada kami, kami akan melakukan pengasapan segera,†saran Syaiful.(edp).