SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Jumlah pencari kartu kuning (AK-1) di Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Blora, Jawa Tengah, membludak pasca Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. Rata-rata setiap harinya jumlah pemohon mencapai seratus orang.
Mereka sebagian besar adalah pemuda usia priduktif yang rata-rata lulusan tingkat SMA yang ingin mencari pekerjaan di luar kota.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnakertransos Blora, Joko Hartoyo, mencatat, sampai dengan bulan Mei 2014 pencari kartu kuning mencapai 1000 orang lebih. Dengan jumlah rata-rata setiap bulannya sebanyak seratus pemohon.
Menurut dia, sesuai pengakuan dari para pemohon, permohonan kartu kuning itu sebagai kelengkapan administrasi untuk mencari pekerjaan ke luar kota bahkan di  luar jawa. Padahal, lanjut Joko, sesuai sepengetahuannya dalam melamar pekerjaan tidak ada syarat tertulis untuk melampirkan kartu kuning.
“Itulah uniknya Blora, banyak pemudanya mencari kerja di luar kota dibanding didarahnya sendiri. Mereka membuat kartu kuning sekedar untuk berjaga-jaga,” kata Joko.Â
Saking banyaknya pemohon kartu kuning Disnakertransos terpaksa menambah jam pelayanan. “Kadang kantor harus tutup jam 5 sore,” tegas dia.
Joko menambahkan, untuk mengurangi pengangguran di wilayahnya, Disnakertransos telah bekerja sama dengan beberpa perusahaan dalam rangka penyaluran tenaga kerja. “Kami juga memberikan pelatihan kepada pemuda, sebagai bekal mencari kerja melalui balai pelatihan yang kami miliki,” pungkas dia. (ams)