Proyeksikan Rp 1 Triliun Pada Puncak Produksi

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memproyeksikan pendapatan dari dana bagi hasil (DBH) migas sejumlah Rp1 triliun pada tahun 2015 mendatang. Alasannya pada waktu itu, produksi minyak Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam dipastikan sudah meningkat.

Kepala Dispenda Bojonegoro, Herry Sudjarwo, mengatakan, proyeksi pendapatan itu dari produksi lapangan minyak dan gas bumi (Migas) yang beroperasi di Bojonegoro saat ini. Di antaranya lapangan migas Sukowati, Sumur Tiung Biru, Lapangan Banyuurio, dan sumur tua.

“Paling besar penunjang produksi adalah Lapangan Banyuurip. Sedangkan sumur tua tidak seberapa bahkan sangat sedikit jumlahnya,” tegas Herry.

Dia menyatakan, meskipun pada 2015 mendatang Lapangan Banyuurip belum mencapai puncak produksi, namun dipastikan jumlah produksi akan meningkat dan mendekati angka 165 ribu barel per hari (Bph).

“Proyeksi pendapatan dari Rp 1 triliun itu diantaranya ada Rp 189 miliar ditambah Rp 110 Miliar dari kekurangan yang kemarin,” imbuhnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Elpiji 3 Kg di Lamongan Rp17 Ribu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *