Rumah Bidan Dijaga Ketat Polisi

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Tuban – Rumah seorang bidan di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendadak mendapat pengamanan ketat dari petugas kepolisian.

Penjagaan ini menyusul berhembusnya kabar akan adanya serangan dari warga, karena merasa tidak terima dan menduga adanya kesalahan prosedur dalam proses imunisasi balita laki-laki berusia 7 bulan.

Sesuai informasi yang diperoleh di lapangan, kejadian bermula ketika bidan (Y) tersebut melakukan imunisasi di Dusun Geneng Wetan, Desa Jadi pada hari Kamis (21/8/2014) lalu. Bayi yang bernama Niko Bagas Saputra, buah hati dari pasangan Suyitno (30) dan Nenok (28), tersebut juga ikut dalam imunisasi.

Sebelum melakukan imunisasi, Niko diketahui dalam keadaan sehat. Tetapi setelah mendapatkan imunisasi, sang balita tiba-tiba erserang demam tinggi dan bahkan muntah-muntah.

Sakit sang Balita semakin parah, hingga akhirnya meninggal dunia pada Jum’at pukul 11.00 WIB siang tadi. Keluarga korban tidak membawa Balita tersebut ke Rumah Sakit dengan alasan tidak ada biaya. Kematian Balita inilah, yang memicu anggapan sebagai adanya mal praktek yang dilakukan Bidan.

Baca Juga :   Ahmad Supriyanto : DPRD Bojonegoro Siap Perjuangkan Guru Swasta Bisa Ikut PPPK

“Sampai sekarang kedua orang tua Niko tidak sadarkan diri, kemarin pas sakit mau di bawa ke rumah sakit juga mau pakai biaya apa?” Kata Hadi, salah satu keluarga korban di lokasi.

Sementara itu, Kapolsek Semanding, AKP Lumban, membenarkan kejadian ini. Kendati demikian, sampai saat ini dia mengaku petugas kepolisian belum mendapatkan laporan dari warga.

“Kita belum dapat laporan, tetapi kita melakukan penjagaan di sini sebagai antisipasi adanya kericuhan akibat kejadian ini,” tandas Lumban.

Sementara Bidan Y, masih berupaya dikonfirmasi terkait masalah tersebut.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *