SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Aktivis yang melakukan unjuk rasa dalam pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengaku kecewa dengan penangkapan yang dilakukan petugas Polres Tuban.
Kendati mereka sudah dilepaskan tak lama setelah acara pelantikan selesai, tetapi mereka merasa gagal menyampaikan aspirasi karena tidak bertemu dengan para wakil rakyat yang baru dipilih tersebut.
“Kita sangat kecewa dengan tindakan penangkapan petugas kepolisian,†kata Zainal, salah satu aktivis mahasiswa dari Liga Mahasiwa Nasional Demokrasi (LMND) yang ikut ditangkap ketika melakukan aksi demonstrasi.
Peserta aksi lain juga mengungkapkan hal serupa. Mereka mempertanyakan alasan dari Polres Tuban membubarkan aksi mereka dan ditangkap untuk sementara waktu.
“Padahal keinginan kami hanya ditemui anggota DPRD, untuk menyampaikan aspirasi kami selama 5 tahun kedepan,†kata Imanul, aktivis dari Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban..
“Malah kami diamankan dan dibawa ke Polres Tuban, katanya membuat kerusuhan,†lanjut perempuan berkaca mata ini menerangkan.
Sementara itu, Kabag Ops Polres Tuban, Kompol Suhartono, yang memberikan perintah disitanya alat demonstrasi dan diamankannya belasan aktivis gabungan tersebut belum memberikan jawaban. Konfirmasi yang dikirim suarabanyurip.com melalui Blackberry Messenger (BBM) tidak mendapatkan jawaban sampai sore ini.(edp)