Gelar Demo, Belasan Aktivis Diciduk Polisi

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Belasan aktivis dari mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), ditangkap polisi ketika menggelar unjuk rasa dalam pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu (24/8/2014).

Belasan aktivis tersebut berasal dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), dan dari Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban.

Pantauan suarabanyuurip.com di lokasi, sebenarnya beberapa aktivis sudah melakukan aksi unjuk rasa mulai pukul 09.00 WIB pagi tadi. Mereka membagikan selebaran, membentangkan poster, dan melakukan unjuk rasa sembari menunggu beberapa teman-teman mereka datang.

Aksi mulai memanas, ketika aktivis yang berjumlah sekira 20 orang tersebut merangsek ke pintu bagian selatan  gedung wakil rakyat tersebut. Mereka melakukan orasi secara bergantian dan menyuarakan sejumlah tuntutan sambil meminta ada perwakilan dari anggota DPRD Tuban yang baru untuk menemui mereka.

Merasa aksi dihalang-halangi, mereka berusaha membuka pintu pagar dengan paksa. Kendati jumlah mereka tidak terlalu besar, masa nyaris berhasil membuka pintu gerbang wakil rakyat lantaran petugas tampak tidak begitu siap melakukan penjagaan.

Baca Juga :   Pertamina EP Sukowati Field dan Alas Institute Pasang 25 Titik PJL di Desa Ngampel

“Kami ingin masuk, ijinkan kami menemui para wakil rakyat yang baru dilantik itu,” teriak Niha, salah satu aktivis mahasiswa dalam orasinya.

Aksi yang mengagetkan ini, tampak membuat petugas kepolisian kalang kabut. Beberapa petugas kepolisian yang berasal dari dalam gedung DPRD Tuban langsung mencoba menahan aktivis supaya tidak merangsek ke halaman gedung.

Pasca itu aksi sempat sudah terkendali. Tetapi kembali memanas ketika seorang perwira polisi berteriak dan meminta supaya semua perlengkapan aksi mereka disita. Bahkan petugas keamanan berbaju cokelat itu meminta aktivis yang melakukan aksi diangkut menggunakan kendaraan truck milik Polres Tuban.

“Angkut saja,” kata Kabag Ops Polres Tuban, Kompol Suhartono, memerintahkan kepada anak buahnya.

Para aktivis tersebut kemudian digelandang ke truk milik petugas. Mereka kemudian diamankan di Mapolres Tuban. Sementara itu, suarabanyuurip.com sedang berupaya mendapatkan keterangan resmi dari Mapolres Tuban mengenai alasan penahanan aktivis yang melakukan aksi tersebut.(edp)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *