SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengancam akan memasang portal di jalan desa setempat. Penyebabnya, mereka merasa kesal dengan adanya truk besar yang masih melewati jalan desa sejak empat bulan terakhir ini hingga mengakibatkan kerusakan jalan bertambah parah.
Kerusakan jalan itu terjadi mulai perempatan Ngampel sebelah barat sampai timur menuju lokasi pemboran Sumur Sukowati Pad B yang dikelola Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOBP-PEJ). Hampir di sepanjang jalan berlubang akibat aspal terkelupas.
Kerusakan jalan itu ditengarai akibat keluar masuknya truk besar pengangkut makanan dan minuman dari gudang di wilayah setempat yang melebihi tonase jalan. Â Â Â
“Sampai sekarang tidak ada yang bertanggung jawab pada kerusakan jalan tersebut,†kata tokoh masyarakat setempat, Pamuji kepada suarabanyuurip.com, Senin (25/8/2014).
Pamuji mengaku, telah melaporkan adanya truk besar yang setihap hari mangkal di gudang makanan dan minuman kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan.
“Pemkab ini memang tutup mata, atau sudah terima setoran, kok ya masih dibiarkan,†tegasnya.
Pamuji mengemukakan, apabila Dishub Bojonegoro tetap melakukan pembiaran, warga akan memasang portal dan melakukan penarikan terhadap semua kendaraan yang masuk dengan muatan berlebih.
“Kalau membuat portal dikatakan melanggar, lalu mereka ini apa tidak melanggar? Masuk jalan tidak kelasnya tapi dibiarkan saja,†tuturnya.
Warga, tambah Pamujdi, sempat mempertanyakan keberadaan truk besar kepada pemilik kendaraan maupun gudang yang melintas jalan desa.
“Namun jawaban yang diberikan, katanya, banyak kendaraan operasional milik operator migas yang juga melewati jalan ini,” pungkas Pamuji.
Sementara itu Kepala Dishub Bojonegoro, Iskandar masih berusaha dikonfirmasi mengenai hal tersebut.(rien)